15 49.0138 8.38624 arrow 0 both 0 4000 1 0 horizontal http://leakeylife.com 300 4000 -
Please assign a Header Menu.

Apa itu Dropship

Terdapat banyak cara untuk berjualan, baik itu secara offline dengan melakukan interaksi secara langsung dengan pembeli yang datang ke toko atau menelepon untuk melakukan pemesanan dan lain sebagainya, maupun juga yang bisa dilakukan secara online dengan transaksi pemesanan secara online.

Kebanyakan orang berjualan dengan memajang persediaan barangnya, lalu pada saat ada pembeli yang tertarik dan lalu pembelian maka barang akan diserahkan secara langsung atau dikirimkan setelah proses pembayaran selesai.

Namun berjualan bisa juga secara dropship, sehingga tak perlu menyediakan stok barang, tak perlu gudang dan bahkan tak perlu toko secara fisik, cukup dengan membuka toko secara online saja, atau offline juga bisa, dan lalu memajang foto produk dan juga penjelasan informasi spesifikasi produknya secara lengkap dan rinci berikut dengan perkiraan harganya.

 

Apa itu Dropship?

Dropship adalah salah satu cara penjualan tanpa menyediakan stok barang. Produk pesanan baru akan dipesankan kepada supplier atau produsen produknya dan lalu diserahkan atau dikirimkan kepada pembeli setelah harga produknya dibayar lunas kepada penjual dropship.

Jadi penjual dropship tak perlu menyediakan produk barangnya, setelah ada pesanan masuk maka produk barang baru akan dibelikan atau diambilkan dari supplier atau produsen produk barangnya, dengan selisih harga tertentu dari harga grosir produk atau harga dasar produknya yang lalu menjadi keuntungan bagi penjual dropship.

Kondisi ketidak sempurnaan pasar yakni situasi ketika pembeli tidak memiliki informasi tempat menjual produk secara langsung kepada pihak produsen inilah yang menjadi celah keuntungan bagi sistem penjualan secara dropship, sehingga harganya bisa lebih tinggi dari harga dasarnya.

Hal berbeda dengan sistem penjualan reseller, suatu metode cara berjualan yang lainnya, yang memanfaatkan harga beli grosir dalam jumlah banyak sehingga bisa mendapatkan harga produk lebih murah dan lalu menjualnya dalam harga normal secara satuan. Jadi penjual reseller perlu memiliki stock produknya.

Hal berbeda pada sistem dropship yang tak perlu menyediakan stock produk barangnya, dan baru akan membelikannya ke produsen pembuat produk barangnya atau kepada supplier besar dan lalu meminta untuk mengirimkan atau menyerahkannya kepada pembeli. Intinya penjual dropship hakikatnya adalah menjual informasi tempat mendapatkan dan membeli suatu produk barang tertentu. Jadi memang tidak perlu gudang untuk stok barangnya.

 

Tips Berjualan Secara Dropship

Sekilas kelihatannya mudah ya berjualan secara dropship namun ada beberapa hal berikut ini yang perlu diperhatikan.

 

Tawarkan Spesifikasi Produk secara Lengkap

Pajang foto produknya dan beri informasi mengenai spesifikasinya secara lengkap dan rinci. Sehingga pembeli mendapatkan gambaran dan pengetahuan mengenai karakter produknya, manfaat dan kegunaannya, juga spesifikasi warna, ukuran bentuk produknya dan lain sebagainya.

Terutama jika berjualan secara online, sedangkan untuk berjualan secara offline alangkah baiknya juga jika menyediakan produk samplenya, meski hanya satu saja agar calon pembeli bisa mengetahui mengenai spesifikasinya secara langsung, tak hanya dari foto.

 

Tetapkan Harga yang Tepat

Disinilah risiko yang ada pada sistem penjualan secara dropship itu, jadi masih tetap ada risikonya ya, meski tak memerlukan modal sebanyak seperti ketika berjualan secara reseller. Risiko yang ada ialah jika menetapkan harga yang terlalu rendah dari harga jual dasar produknya yang bisa jadi sudah mengalami kenaikan pada saat memesankan produknya bagi pembeli.

Dalam kondisi seperti ini sokusinya adalah segera menginformasikan kepada pembeli bahwa harga produk barangnya sudah mengalami kenaikan atau terdapat perubahan spesifikasinya, jika pembeli tetap bersedia untuk membelinya maka lalu bisa dilakukan proses dropshipnya, dengan memesankannya kepada pihak produsen atau supplier agar segera mengirimkannya kepada pembeli atau melalui jasa penjual dropship.

Meski tak perlu menanggung risiko stock produk barang yang rusak selama tersimpan di gudang, seperti pada sistem penjualan reseller, namun penjual secara dropship menanggung risiko jika harga naik atau mengalami perubahan spesifikasi juga jika persediaan produk barangnya langka atau bahkan kosong.

Dengan begitu maka penjual dropship harus mencari produk sejenis dari produsen atau supplier lainnya, yang bisa jadi ada perbedaan spesifikasi atau beda harga  dengan harga yang jauh lebih tinggi, dan lain sebagainya. Oleh karenanya tetapkan harga jual produk barang yang tepat  yakni tidak terlalu murah sehingga lebih rendah dari harga jual dasarnya namun juga tidak terlalu tinggi sehingga menjadi terlalu mahal bagi pembeli.

 

Jalin Kerja Sama yang Baik dengan Produsen atau Supplier Produk

Oleh karenanya perlu menjalin kerja sama yang erat dengan pihak produsen atau supplier besar produk yang akan dijual secara dropship tersebut sehingga akan bisa selalu di update dan diberi informasi jika harga mengalami kenaikan ataupun jika terjadi perubahan spesifikasi produknya  maupun jika produk barangnya sedang kosong dan informasi penting lainnya.

Kalau perlu sampaikan keinginan untuk menjualkan barang atau produk jualan supplier besar atau produk barang hasil produksi buatan produsennya secara dropship, minta ijin dan buat surat perjanjiannya juga bisa jika perlu guna mendapatkan kepastian yang lebih.

Terutama kepastian mengenai harga dasarnya dan juga mengenai ketersediaan produl barangnya jika sewaktu-waktu hendak dipesan atau dibeli, juga kepastian dan konsistensi kualitas produk barang dan juga spesifikasinya dari waktu ke waktu.

 

Sediakan Jasa Ekspedisi yang Murah dan Andal

Kemudian pilih juga jasa ekspedisi pengiriman produk atau barang dropship yang semurah mungkin tapi tetap handal dan berkualitas, guna menekan biaya dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Jalin kerja sama yang erat dan baik dengan  pihak ekspedisi langganan, agar proses pengiriman barang produk pesanan bisa berjalan dengan lancar  baik dan tepat alamat pengirimannya dengan kondisi barang produk yang terjaga baik dan utuh.

 

Risiko Pengembalian Produk Barang

Menjual secara dropship juga mengandung risiko jika terjadi salah kirim produk, baik itu salah kirim produk barangnya atau salah alamat pengirimannya, atau produk barang tidak sesuai dengan pemahaman pembeli mengenai spesifikasinya, atau jika produk mengalami kerusakan pada saat sejak dikirim atau pada saat selama proses pengirimannya.

Sehingga perlu dicek apakah alamat pengirimannya sudah benar atau belum, jika tetap salah kirim maka bisa diklaim kerugiannya kepada pihak jasa ekspedisi, juga jika produk barang mengalami kerusakan atau hilang selama proses pengiriman, perlu ditanyakan juga kepada pembeli apakah mau membeli garansi produk untuk mengatasi masalah barang produk rusak atau hilang selama pengiriman.

Sedangkan jika produk barang rusak sejak awal pengiriman atau keliru salah kirim barang, maka biss diklaim kepada pihak produsen atau supplier pengirim barangnya. Perlu juga diinformasikan dengan sejelas-jelasnya kepada pembeli mengenai spesifikasi produk barangnya dengan secara selengkap-lengkapnya dan serinci mungkin. Juga informasi mengenai fungsi, manfaat dan kegunaannya.

Terdapat lebih banyak nilai plus keuntungan jika berjualan secara dropship itu daripada nilai minus risikonya, yang relatif kecil dan dapat diminimalkan dengan cukup mudah, baik risiko dari dalam maupun risiko dari luarnya.