Apa itu Copywriting & Tips Membuat Copywriting Yang Menarik

Ketika Anda ingin belajar tentang copywriting demi membuat iklan online yang menarik, Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu copywriting sebelum memanfaatkan beragam media untuk membuat hasil copywriting populer.  

Definisi Copywriting 

Dalam dunia periklanan, copywriting berhubungan dengan keahlian seseorang dalam menulis teks yang memiliki tujuan utama untuk mempromosikan produk barang maupun jasa dari sebuah perusahaan. Copywriting umumnya mencakup informasi lengkap mengenai kelebihan, manfaat, komposisi, maupun nilai positif lain dari produk yang ingin dipopulerkan. Artikel copywriting umumnya dibuat dengan keyword persuasive yang mampu memancing rasa keingintahuan maupun kepercayaan dari audiens.  

Copywriting vs Content Writing 

Ketika Anda masih merasa awam dengan copywriting, ada kemungkinan Anda tidak bisa membedakan antara copywriting dengan content writing. Dalam dunia bisnis, keduanya memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

  • Copywriting umumnya hanya mendasarkan promosi pada tulisan dan mengusahakan bagaimana audiens sasaran artikel copywriting memahami brand yang ingin dipopulerkan. Sementara itu content writing memiliki cakupan yang lebih luas, dimana content writing akan melengkapi copywriting dengan video atau gambar yang menjadikan produk atau jasa bisa dipasarkan lebih optimal.
  • Copywriting umumnya ditujukan untuk kalangan yang lebih luas, sedangkan content writing umumnya memiliki pelanggan potensial yang sebelumnya sudah mengerti brand atau produk yang ingin diperkenalkan.
  • Copywriting umumnya lebih dimanfaatkan untuk branding produk barang atau jasa sedangkan content writing langsung bertujuan ke pemasaran produk barang atau jasa dari perusahaan tertentu.

 

Tips Copywriting Menarik 

Jika Anda sudah memahami apa itu copywriting, Anda bisa meningkatkan kemampuan untuk menjadikan teknik copywriting yang dimiliki lebih optimal dengan beberapa tips berikut.

  1. Lakukan Penelitian Terlebih Dahulu 

Jika Anda ingin tulisan yang dihasilkan dari teknik copywriting yang dipelajari dibaca dengan baik oleh para audiens, jangan lupa untuk melakukan riset atau penelitian terlebih dahulu tentang produk atau keyword yang ingin dikembangkan. Dengan mengetahui lebih dalam tentang keunggulan maupun poin-poin lain dari produk yang akan ditulis, Anda bisa mengembangkan kalimat seperti apa yang akan dimasukkan dalam artikel copywriting.

  1. Tambahkan Kata atau Kalimat yang Menarik Perhatian

Ketika Anda sedang tidak memiliki ide untuk menulis artikel yang pasti membuat audiens membeli produk yang Anda tulis, jangan terlalu khawatir. Ingatlah bahwa ketika seorang konsumen melihat sebuah produk terkadang konsumen tersebut tidak akan langsung membelinya. Meski demikian, Anda tetap bisa memancing rasa penasarannya dengan membuat konsumen merasa tertarik dengan keunggulan produk. Oleh karena itu, Anda bisa menambahkan kata atau kalimat yang menarik perhatian dalam artikel copywriting, seperti menambahkan berita yang berkaitan dengan produk, menggunakan pendapat dari sudut pandang pribadi seolah Anda sudah pernah menggunakan produk tersebut, atau menceritakan kelebihan produk dibandingkan dengan kompetitornya.

  1. Buang bahasa yang Terasa Bertele-tele atau Omong Kosong

Ketika Anda membuat sebuah artikel dengan teknik copywriting, Anda bisa menambahkan beragam kata-kata pemasaran yang tidak terkesan berlebihan, bertele-tele, maupun omong kosong. Apabila Anda menambahkan kata-kata hiperbola bukan tidak mungkin audiens akan menganggap artikel produk yang Anda buat tidak bisa dipercaya dan menurunkan rasa ketertarikan terhadap produk. Sebagai contoh saat Anda ingin mempromosikan aplikasi kasir, Anda bisa memasang kalimat seperti “Sebanyak 40 UMKM telah memanfaatkan aplikasi A, terbukti hemat waktu dan praktis.” Dibandingkan kalimat “Percayalah, ratusan UMKM telah memanfaatkan aplikasi A dari perusahaan kami,” yang terdengar sangat berlebihan.

  1. Tidak Perlu Terlalu Sopan

Dalam membuat artikel copywriting, sopan santun memang diperlukan, hanya saja tidak perlu terlalu sopan dalam penggunaan bahasa. Jika Anda salah memilih kata atau kalimat, ada kemungkinan pesan yang ingin disampaikan tidak akan sampai dengan benar ke audiens. Terkadang, tidak ada salahnya menggunakan kalimat yang secara langsung meminta audiens melakukan apa yang Anda inginkan. Contoh saat Anda sedang mempromosikan pembuatan member online untuk pembelian produk kesehatan. Anda bisa menggunakan kalimat seperti, “ Segera masukkan email ke link berikut dan klik DAFTAR sekarang juga. ” Kalimat tersebut lebih efektif jika dibandingkan dengan kalimat seperti “ Jika Anda ingin bergabung ke website Kami, Anda akan mendapatkan panduan marketing dan pembelian, silahkan langsung masukkan alamat email ke link yang tersedia di website ini dan jangan lupa untuk klik tombol DAFTAR.”

  1. Berikan Audiens Copywriting apa yang Mereka Inginkan

Ketika Anda membuat sebuah artikel copywriting, Anda harus menyadari bahwa Anda tidak akan bisa memastikan audiens akan langsung membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan. Meski begitu, setidaknya audiens tahu apa yang mereka inginkan dan ketika nanti mereka membutuhkannya, mereka akan langsung memanfaatkan produk yang Anda bahas dengan teknik copywriting, karena audiens sudah memahami poin positif dari produk yang ditawarkan.

  1. Susun headline dengan benar

Jika Anda menyusun sebuah artikel branding atau promosi produk barang dan jasa, jangan lupa untuk menyusun headline dengan benar dan memiliki dampak besar untuk membuat audiens memahami produk barang atau jasa seperti apa yang sedang Anda bahas. Untuk bisa memastikan audiens paham apa yang Anda tulis, Anda bisa memperhatikan beberapa hal terkait headline.

  • Gunakan frasa yang kuat sebagai headline artikel
  • Pilih kata-kata yang sederhana tetapi memiliki kesan sangat terus terang
  • Padukan dengan gambar yang memberi gambaran jelas apa yang sedang Anda tulis atau mampu menstimulus emosi dari audiens
  • Gunakan kalimat yang memprovokasi rasa ingin tahu audiens
  1. Hindari Kata-kata Superlatif

Terkadang menggunakan kata-kata atau kalimat superlatif terasa perlu untuk meyakinkan konsumen atau audiens tentang produk yang sedang kita branding. Namun demikian, terlalu sering menggunakan kalimat superlatif atau salah menempatkannya dalam artikel copywriting akan memberikan dampak negatif karena artikel dianggap terlalu berlebihan. Untuk memancing rasa ingin tahu atau menimbulkan kepercayaan audiens, Anda bisa menghindari kata-kata superlatif dengan kalimat yang lebih terasa nyata, seperti “Jika menggunakan jasa sewa mobil Kami untuk rute Jogja-Solo, dijamin Anda akan sampai dalam waktu 2 jam. ” Kalimat tersebut terasa lebih relevan jika dibandingkan dengan kalimat “Layanan kami dijamin tercepat dan termurah di kota Surabaya.

  1. Jangan Terlihat Emosional

Dalam sebuah teknik copywriting, ada baiknya Anda menghindari penggunaan huruf kapital atau tanda seru terlalu banyak. Selain membingungkan audiens karena adanya kesan pemaksaan, penggunaan huruf kapital dan tanda seru yang terlalu intens dalam sebuah artikel akan membuat Anda dinilai emosional dan buruk dalam menulis branding produk. Selain metode-metode diatas, cara lain untuk mengasah kemampuan teknik copywriting adalah dengan sesekali berpikir out of the box atau diluar kebiasaan serta mengulas lebih dalam keunggulan dari produk barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan begitu, Anda tidak akan hanya mengerti apa itu copywriting, tetapi juga memahami kata kunci yang pas untuk mempromosikan sebuah produk.